Akbar Tandjung,  Ledalero dan Golkar

tony kleden2
Tony Kleden

“Betul Pak, saya masih di semester VII ketika Pak Akbar berceramah di Ledalero,” saya menimpali.

Benar. Akbar Tandjung bersama serombongan petinggi DPP Golkar  sekitar tahun 1991 (maaf saya lupa waktunya) hadir dan berceramah di kampus STFK Ledalero, Maumere. Dengan kepala penuh idealisme, kami mencernah dengan rasa ingin tahu yang tinggi segala hal dan dinamika yang terjadi di negeri ini.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Momentum itu sudah 31 tahun berlalu. Tetapi satu yang tetap dari Akbar Tandjung. Yang menjadi ciri khasnya, yakni gaya bicaranya yang tenang, santun dan berenergi.

Gaya bicara seperti ini ditunjang oleh penampilannya yang cool dan tenang. Membuat suasana jadi adem nan teduh.  Inilah penampilan sejati dari seorang pemimpin besar. Pemimpin yang tahan uji di setiap lintasan masa. Pemimpin yang piawai melewati setiap tikungan jalan. Pemimpin yang terus menjejak langkah di setiap titian jalan berliku.

Meski hanya dua jam bersama kami para kader dan pengurus Golkar se-NTT, energi baru yang disalurkan Akbar Tandjung sangat terasa.  Akbar Tandjung sungguh berharap Golkar kembali meraih kemenangan di semua level. Dari pusat hingga ke kabupaten/kota.

Bukan tanpa alasan, Akbar Tandjung menaruh harapan itu. Harapan agar  Golkar kembali menang Pemilu. Tentu sebagai mantan menteri,  mantan Ketua DPR RI, lama berada di kapal induk bernama Golkar, Akbar Tandjung pasti sangat paham dinamika politik di Tanah Air.  Akbar Tandjung tentu sangat mengerti jatuh bangun pembangunan di republik ini. Akbar Tandjung jelas sangat maklum pasang surut kemajuan bangsa ini.

Pos terkait