Antara “Bocor Alus” dan Masyarakat Bocoran

IMG 20241122 174108

Tapi, wah, jangan-jangan info itu datang ‘benar dan sungguh dari ‘orang dalam.’ Katakan semisal dari ‘orang Partai’ yang bocor alus-kan ke crew Bocor Alus. Maklumlah, ‘orang dalam itu’ lagi tak puas dengan Partai nya. Ada konflik internal karena kepentingan. Dari pada dapat sanksi politik dari Partai bila bicara terbuka, wah mumpung ada Bocor Alus. Tumpahkan saja unek-unek walau di level tipis-tipis dan alus-alus. Ini baru satu contoh ‘orang dalam.’ Siapa yang tak berminat menikmati isu bila memang ada bunyi-bunyi dari orang dalam?

Makanya, jadilah, itu tadi, Bocor Alus sekian melejit di rating pemirsanya. Itu juga yang disinyalir oleh pihak YouTube. Bocor Alus sudah dapatkan pula penghargaan dari Oktavianus Pogau Award milik Yayasan Pantau. Lima sekawan ini memang punya cara penyajian yang memang bikin ‘gemas campur bikin orang bisa terpancing marah.’

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Berat Dibikin Enteng

Tema berat itu dibawakan dengan cara enteng, ringan dan penuh candaan. Seolah-olah ingin mengolok-olok orang yang dipercakapkan itu, “Lu mau sembunyi apalagi dan di mana lagi? Kami sudah mengekor jejak-jejak senyapmu demi kekuasaan, demi jabatan dan demi kepentinganmu. Semuanya kami sunting dari orang dalam.”

Tentu, Bocor Alus punya pengaruh sosial pula. Kata-kata, pikiran, candaan, serba suara Bocor Alus yang dilentingkan itu segera bisa disambar publik. Tak mungkin, bahwa para politisi yang kontra tak menggemari tema sengit berkaitan dengan lawan politiknya yang lagi ‘diacak-acak’ oleh Bocor Alus. Gemuruh sosial tak terhindar. Tapi, sudahlah! Namanya kebebasan berpikir dan berpendapat yang dijamin Undang-Undang Dasar yang tak boleh dikebiri. Bocor Alus mau omong sebebas merdekanya.

Pos terkait