Antara “Bocor Alus” dan Masyarakat Bocoran

IMG 20241122 174108

Ini Soal Karakter Diri, Bukan Teknologi…..

Wah, janganlah salahkan teknologi komunikasi yang makin pesat berkembang. Karenanya semuanya cepat menyebar dan terhembus. Perilaku “Bocoran” lahir sebenarnya dari karakter persona dan tendensi diri, praktisnya, yang asal omong tanpa pikir dan tak sadar untuk bicara dalam kapasitas sebagai apa. Yang suka ‘kasih bocoran’ terkadang juga haus akan pengakuan publik. Atau kah bahwa ia dengan tahu dan mau, dengan ‘bocorannya yang ilutif penuh halusinasi kosong’ ingin memprovokasi demi satu keadaan yang tak kondusif. Khaos, keretakan, kekacauan, keributan, itulah yang diimpikan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Syukur alhamdulilah sekiranya siapapun kita tetap miliki daya pikir yang tajam, hati yang teduh dan nurani yang bening untuk menangkap dengan benar setiap kata dan suara yang terdengar dan yang terucapkan… Sebab kita jangan sampai membunuh sesama dengan kata-kata sesuka-sukanya kita. Itu kurang lebih yang ditangkap dari Timothy Radcliffe, seorang Pastor, mantan Jenderal dari Ordo Pengkotbah….

Verbo Dei Amorem Spiranti

* Penulis, Rohaniwan Katolik, tinggal di Collegio San Pietro – Roma

Pos terkait