Arnoldus Janssen dan Covid-19

arnoldus

Panggilan kepada Solidaritas

Lalu apa kaitannya  dengan Covid-19? Apa inspirasi yang diberikan oleh Santo yang dikanonisasi pada tanggal 5 Oktober 2003?

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Pertama, badai covid yang terjadi telah ditafsir Arnoldus Janssen bukan sebagai kutukan. Niscaya Tuhan Pencipta merusak alam ciptaanNya sendiri. Dalam pandangan antropomorfistik di mana manusia menilai ‘reaksi’ Tuhan seperti manusia, maka hal itu bisa diterima. Tetapi yang terjadi, Tuhan begitu agung dan telah memberikan otonomi pada ciptaanNya sejak awal. Karenanya tidak ada dalam kamus Tuhan bahwa Ia mengutuk dengan memberikan bencana.

Pandangan Tuhan terwujud dalam gambar mata adalah sebuah tatapan belas kasih. Ia menatap dalam bisu. Tetapi Ia tidak tinggal diam. Yang dilakukan adalah semakin menunjukkan cinta itu lewat pengorbanan diriNya menjadi manusia dan terus memperkuat dan mendampingi manusia dalam Roh Kudus.

Kedua, Arnold Janssen mengingatkan manusia akan keasalannya dari empat unsur bumi: api, tanah, air, dan udara. Sebuah gambaran yang realistis bahwa di dasarnya adalah api. Bila bumi, air, dan udara tidak terjaga, maka api menunggu untuk membakar. Itulah kehadiran bencana alam yang bisa menjadi ekspresi dari api. Sebuah api yang ‘membakar’ dan membuat manusia terbakar.

Seharusnya api itu tidak begitu membakar hangus. Ia hanya menghangatkan. Semuanya bisa terjadi ketika kekuatan tanah, air, dan udara terjaga. Dengan demikian menjadi kekuatan penyeimbang. Yang terjadi, kekuatan penyeimbang itu justru ditelantarkan. Akibatnya yang hadir ke permukaan adalah api dalam bentuk bencana alam.

Pos terkait