Der Panzer: Jujur, Ku Tak Ingin Engkau Pergi

Kons beo5 1

Tetapi, tidakkah kita mesti merenungkan kegagahan Spanyol di pertandingan perdananya? Iya, itu tadi, Kosta Rika sungguh dibuatnya tak bertaji. Sungguh dipermalukan! Spanyol harus rasakan nilai ‘sejajar’ di laga berikutnya kontra Jerman. Dan malam tadi, ia sebenarnya sungguh dapat imbalan dipermalukan di tangan Jepang. Walau bisa untuk tersenyum ‘berkat Jerman yang kalahkan Kosta Rika.’

Adakah sesuatu yang teramat pasti dalam hidup hasil dari satu rajikan insani? Adakah satu rasa hati paling pasti yang bertahan selamanya hingga akhir hayat? Rasanya tidak! Dan memang TIDAK! Dunia jadi ribut dan tak  beraturan karena melubernya ‘nafsu kemurnian.’

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Di situ selalu ada claiming sepihak yang sering kasar bahkan ‘buas dana liar.’ Bahwa ‘kamilah yang benar, suci, saleh serta selamat dan selalu harus menang.’ Dan semuanya, itu tadi, terpaket dalam “kemurnian di pihak kami” dan “terlaknatlah untuk kalian yang bukan kami.” Sungguh mencemaskan!

Di titik inilah, stadion Piala Dunia Qatar, sebenarnya juga, adalah “una scuola di vita”, satu sekolah kehidupan  yang sungguh luar biasa. Di situ ada pelajaran tentang kehidupan. Kehidupan yang berakhlak dan berhati.

Singkatnya, “Dari situ adalah pelajaran untuk bergembira sewajarnya, tetapi bersiaplah pula untuk berjiwa besar demi menampung air mata kesedihan; ada saat kita alami keberhasilan, tetapi ada saatnya kita ditampar kegagalan.” That is life…

Di Grup E itu, Jepang – Spanyol – Jerman dan Kosta Rika, bisa saja ada di antaranya yang nantinya alami ‘puncak keberhasilan. Tetapi, bagaimana pun setiap Tim telah jadi ‘guru kehidupan yang patut dimaknai.’

Pos terkait