Di Qatar, Messi Memang Bukan Messiah Lagi?

Kons beo5 1

Sayangnya, alam kabut kekalahan di Lusail Iconic Stadium itu mentahkan semuanya.  Messi, tentu bukanlah seperti yang dulu lagi. Yang sekian lincah meliuk-liuk saat masih muda di skuad Blaugrana, Barcelona. Bukan hanya usia yang tak bisa ditipu, kecekatan pun tak mungkin disembunyikan.

Di usianya yang ke 35 (kelahiran  24 Juni 1987), Messi memang tak mudah lagi. Barangkali saja secara fisik, untuk melihat Messi sebagai Sang Messias, telah berlalu waktunya. Namun, tetap diharapkan Messi spirit. Yang punya daya dorong. Yang membawa semangat bagi tim tango.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Tetapi, apakah keterjerembaban Argentina adalah keterperangahan dunia? Yang sulit terbayangkan? Apapun pengandaiannya, sang abiceste, kemarin itu, nyata-nyata tak jaya ‘membiru di langit.’ Tetapi, Messi dkk sudah pada ‘biru blau’ dihajar oleh The Green Falcons, si burung elang hijau.

Sepertinya, si Paolo Dybala, striker Argentina, sudah punya ramalan bertuah. Celetuknya, “Anda tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi di Piala Dunia. Selalu ada kejutan yang menghancurkan semua prediksi.”

Ramalan sakti pemain AS Roma itu justru menimpah Argentina, timnya sendiri. Lionel Scaloni barangkali tak sampai harus percaya akan kisah pahit ini. Pelatih Argentina itu tak sanggup ‘beri hadiah hiburan perdana’ bagi negerinya. Negeri yang lagi didera resesi ekonomi nan hebat.

Walau sebagian besar fans Argentina sedunia berharap kuat untuk kemenangan itu, nyatanya ada ‘rasa syukur atas kisah remuknya Argentina kemarin itu. “Doa masyarakat Argentina Manjur, Timnas Argentina kalah 1 – 2 dari Arab Saudi di Piala Dunia 2022.” Begitulah salah judul artikel dari surat kabar.

Pos terkait