Di Qatar, Messi Memang Bukan Messiah Lagi?

Kons beo5 1

Dan bahkan ada selentingan harapan Diego Schwarzstein, si dokter yang pernah tangani Messi, “….saya ingin mereka kalah dalam tiga pertandingan awal dan tersingkir di babak pertama.” Katanya pula “Jika Argentina juara, pemerintah setempat bakal mengeluarkan kebijakan ekonomi yang merugikan masyarakat…”

Bayangkan! Betapa sepakbola, lagi-lagi, tak bebas murni semurninya dari imbas ekonomi – politik dan seterusnya. Entah kalah atau menang, untuk Argentina, selalu ada bias-biasnya. Untuk dokter Schwartzstein, bagusnya Argentina segera terhenti di putaran pertama. Jika si Biru Langit itu menang, dan apalagi sampai Juara Dunia Qatar 2022, betapa celakanya rakyat dan negeri Tango itu.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Tetapi kata teman saya, “Bro, hebat ya dokter Schwartzstein itu. Dia berharap si biru langit – Argentina kalah agar rakyat dan negeri tak berimbas buruk.” Teman saya itu berlanjut, “Di tanah air lain lagi. Sepertinya si dokter Tifa itu dukung ‘si biru langit dan juga si biru laut’ supaya calonnya yang jadi pemenang. Ini yang bahaya. Dan memang bisa jadi malapetaka.”

Sampai tulisan ini dibuat, saya sendiri masih menebak-nebak. Apa sebenarnya yang dimaksudkan teman saya itu? Dan untuk soal ini, apa saya perlu bertanya pada Tito, Simon dan Enrique, tiga sahabat saya yang lagi bertugas di Argentina sana? Ya, sekadar untuk dapat sedikit himbauan….

 

Verbo Dei Amorem Spiranti

Penulis, rohaniwan Katolik, tinggal di Roma

Pos terkait