Idola Versus Admiratio

Kons beo5

Si Tuan Simon benar! Dinihari tadi Argentina benar-benar viva! Dia tetap jadi ikon dan idola sepakbola dunia. Kroatia sudah ditumbangkannya 3 – 0. Iya, Kroatia itu yang sudah keokan Brazil itu. Dinihari tadi bukan milik Kroatia. Laga versus Brasil itulah final baginya. Itu yang pernah disinyalir Zlatko Dalić, pelatih Kroatia. Lawan Argentina  Kroatia sungguh di jalur antiklimaks.

Inikah pembalasan Messi dkk atas Luca Modrić dkk atas kekalahan di fase group Piala Dunia 2018? Messi tetap jadi idola-ikon yang cantik dan berbahaya. Tidakkah gol ketiga Argentina yang diarsiteki  Messi itu sungguh sebuah estetika gol yang brilian dan jenius? Teman saya yang lain seperti Abraham Runga pasti histeria dengan liukan Messi seperti itu.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Maradonna sta entrando nel campo,” begitulah komentar yang sempat terdengar dari chanel TV Rai1. Iya, seperti itulah. “Maradona sedang masuk dalam lapangan.” Mungkin seperti ingatkan publik akan gol solo run-nya Maradona saat mengecoh 4 pemain Inggris di Piala Dunia 1986 Meksiko. Iya, bedanya, Messi setelah ‘menari-nari’ itu masih menyuplai bola ke Alvarez  yang ‘tinggal mencetak gol.’

Sudahlah! Mari kita tinggalkan dan lupakan sudah Brasil, Portugal atau nasib Ronaldo atau lain-lainnya. Argentina, dengan Messi sebagai kapitanonya, kini sudah gerbang utama Final Piala Dunia Qatar 2022.  Kini tinggal menanti hasil laga Prancis vs Maroko.

Bisa jadi Mbappè sudah awali ‘rasa anggap entengnya’ akan Maroko. Bagaimana pun, hati-hati sajalah! Maroko lagi menanjak. Bukankah Spanyol dan Portugal telah bernasib “surya sudah terbenam” di tangannya?

Pos terkait