Idola Versus Admiratio

Kons beo5

Kita andaikan saja sekiranya Marokolah yang masuk final. Bayangkan nanti bahwa ada tafsiran yang ‘aneh-aneh’ dan ‘kurang kerjaan.’ Bahwa itu adalah final antara ‘Dunia muslim dan Dunia Kristen.’ Ini buruknya ‘politisasi sepakbola ke dalam sentimen keagamaan.’ Dan itu bukannya tak mungkin!

Dan bila ini yang terjadi, maka seturut bahasa hasil cakap-cakap Daniel Mananta dengan Abdul Somad, bisa dianalogi bahwa di dalam stadion, dalam gemuruhnya suporter, dan pada Piala Dunia yang bakal diterima, diangkat penuh sukacita dan dikecup penuh semangat oleh tim pemenang (juara), betapa semua di situ terdapat apa yang disebut Daniel Mananta sebagai unclean spirit…..

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Wah, aneh-aneh saja. іViva Argentina. Vamos…..! Maaf, Kroatia! Untuk malam ini admiratio, kekaguman itu, untuk sementara lagi tertahan.

Mari kita tutup percakapan kita dengan doa dan harapan:

“Yang tidak fans Argentina semoga kembali ke jalan benar. Amin”

Itu doanya si Leku. Begitu dia disapa. Si ‘ana Ende’ yang ‘fans ngeri mati punya pada Messi.’

Verbo Dei Amorem Spiranti

Penulis, rohaniwan Katolik, tinggal di Roma

 

 

Pos terkait