In Memoriam Lambertus Tulen Hadjon: “Tuhan Tidak Ingin Saya Terlibat Dalam Permainan Kotor”  

ansel atasoge

Tahun 1999, di usia 64 tahun, ia kembali ke panggung politik melalui PDI Perjuangan dan menembus Balai Gelekat Lewotana sebagai anggota DPRD Flores Timur. Tahun 2002, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD. Namun, jabatan itu tidak mengubah kesederhanaannya. Rumahnya tetap apa adanya.

Ketika ditanya mengenai hal ini, ia menjawab dengan ketenangan seorang hamba yang telah berdamai dengan dunia: “Saya tidak pernah minta apa-apa dari pemerintah. Rumah saya apa adanya. Saya percaya, Tuhan tidak mau saya terlibat dalam permainan kotor.”

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Menjelang akhir perbincangan, ia menitipkan dua pesan sederhana namun amat berat bagi para pemimpin.  “Cuma dua dan amat sederhana. Tapi sulit dilaksanakan. Pertama, jujur. Semua harus jujur dan kejujuran itulah yang terpenting. Kedua, jangan saling fitnah.”

Kini, sang pemberani itu telah menutup matanya untuk selamanya. Namun, dua pesan terakhirnya, beserta seluruh jejak kejujurannya, akan terus hidup dan bergema di bumi Lamaholot. Selamat jalan, Bapak Lambertus Tulen Hadjon.

  • Penulis, warga Flores Timur, tinggal di Ende

Pos terkait