Ini Memoriam P. Servulus Isaak, Pelayan Dalam Sunyi

Pater Servulus Ishaak1

Untuk program pertukaran tahun 1995, dari Ledalero Fr. Marcel Lamuri mewakili Ritapiret dan saya sendiri dari Ledalero, didampingi P. Servulus. Di situ saya kenal secara pribadi. Terasa sangat dekat, hal mana berbeda kalau masih di Ledalero. Karena harus hidup dan bergabung dengan mahasiswa lain di los seperti asrama, maka Pater Servulus memberikan tambahan uang saku.

Bagi kami yang hanya dapat uang saku pas-pas dibagi akhir bulan Rp 7.500, mendapatkan uang dari Pater Servulus itu sebuah berkat luar biasa. Kami bisa lewati hari-hari bersama para calon pendeta dengan tanpa canggung. Bukan soal uang. Tetapi perhatiannya sangat besar terasa.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dalam kebersamaan sebulan, terlihat Pater Servulus yang sangat human. Itu kami saksikan ketika mengikuti kegiatan calon pendeta di perbaasan TTU – TTS. Di sana para calon pendeta tinggal di hutan tetapi ditata dengan tempat tinggal yang cukup baik. Para mahassiwa bisa sekolah alam di sana di bawah bimbingan dosen.

Saat itu terlihat kedekatan Pater Servulus dengan para dosen teologia dan mahasiswa. Ia begitu disenangi. Lebih lagi ketika memberikan kuliah tentang Perjanjian Lama, Penguasaan bahasa Ibrani dan Yunani dan penjelasannya begitu detail tentang Kitab Suci membuat para calon pendeta berdecak kagum.

Di Kupang, saat kami bertemu ke rumah Pendeta Radja Haba, terlihat mereka berdua begitu intens berdialog. Kami hanya duduk mendengar dan kagum, sambil menimbah sedikit pengetahuan dari dua orang hebat itu.

Hanya Mengabdi

Saat merayakan 70 tahun hidup dan 40 tahun imamat, saya membayangkan, kerinduan yang terpendam selama ini adalah melayani secara tulus Itu yang saya bayangkan dari 6 tahun sebelum wafatnya.

Pos terkait