Jejak Rahim Pancasila di Biara St Yosef Ende

P hendrik daros

Kampung nelayan Ende yang kini menjadi kota Kabupaten Ende, hingga tahun 1930-an hanyalah sebuah perkampungan miskin berpenduduk sekitar 5.000 jiwa. Selain terpencil, juga amat sepi dibanding keramaian di Jawa atau daerah lainnya di wilayah Nusantara (Kompas, 16/8/1985).

Dua Pertanyaan Menantang

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ada kisah paradoks dari pengasingan Bung Karno, kisah yang berujung lahirnya Pancasila. Seperti diketahui, musuh utama Bung Karno adalah Pemerintah Kolonial Belanda. Namun ketika menjalani masa tahanan selama lebih empat tahun di Ende, Bung Karno justru bersahabat rapat dengan para pastor yang semuanya berasal dari Belanda. Mereka di antaranya P. Johanes Bouma SVD dan P. Geradus Huijtink SVD. Kedua pastor ketika itu memangku jabatan penting di lingkungan Gereja Katolik.  P. Johanes Bouma SVD sebagai Pemimpin SVD Regio Sunda Kecil (meliputi wilayah Bali, NTB dan NTT). Sedangkan P. Geradus Huijtink SVD sebagai Pastor Paroki Katedral Ende (P. Dami Mukese SVD, dalam buku: …ut verbum Dei currat 100 Tahun SVD di Indonesia, Penerbi Ledalero, 2013). Bersama biarawan se-ordo lainnya, P. Johanes Bouma SVD dan P. Geradus Huijtink SVD ketika itu sebagai penghuni Biara St Yosef, satu kompleks dengan Gereja Katedral Ende.

Masih mengutip Dami Mukese. Berkat persahabatan rapat dengan P. Johanes Bouma SVD dan P. Geradus Huijtink SVD, Bung Karno diizinkan kapan saja berkunjung ke biara itu. Bung Karno bahkan diizinkan pula melahap berbagai jenis buku dan bahan bacaan lainnya yang ada di perpustakaan Biara St Yosef Ende. Bermodal persahabatan itu pula membuat Bung Karno tak sungkan mendiskusikan berbagai hal dengan para pastor, terutama  P. Johanes Bouma SVD dan P. Geradus Huijtink SVD. Tema diskusi macam-macam, termasuk gagasan perjuangan Bung Karno memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ternyata gagasan Bung Karno itu mendapat respons positif dari kedua pastor, namun dengan dua pertanyaan menantang.

Pos terkait