Jawaban itu juga diberi tambahan: “Tidak ada dagang sapi!” Ini pernyataan tegas, karena Melki memastikan supremasi hukum atas semua masalah hukum. Hal yang kemudian dipertegas lagi oleh cawagub Johni Asadoma yang memastikan penegakan hukum, mengingat latar belakangnya sebagai mantan Kapolda NTT.
Jawaban dan pernyataan yang jelas dari Melki-Johni diapresiasi oleh cagub dari cawagub pemberi pertanyaan. Suatu pengakuan atas kehebatan lawan debat yang memang lebih menguasai duduk masalah dan persoalan NTT.
Bagi Melki-Johni, keterbatasan dan sempitnya ruang fiskal di NTT tidak boleh dilihat secara sederhana (simplisistis), tetapi harus diberikan solusi. Jalan keluar pertama tentu saja pada jejaring ke pemerintah pusat, yang tidak hanya soal pertemanan semata, tetapi diikat oleh kontrak politik dalam suatu kerja koalisi besar. Ini penting agar aliran program tidak hanya bersifat standar-standar saja, tetapi mesti lebih akseleratif dan efektif. Komunikasi politik yang dibangun Melki-Johni kepada presiden Prabowo, wapres Gibran, dan para menteri dalam satu-dua hari ini yang dilakukan secara maraton menunjukkan komitmen Melki-Johni untuk menjawab persoalan fiskal kita.
Kolaborasi: Ayo Bangun NTT!
Jalan kedua yang ditawarkan Melki-Johni adalah kolaborasi. Orang-orang NTT dimana saja berada diajak untuk urun-rembug dalam menyelesaikan masalah NTT. Bagi Melki-Johni, pengalaman anak-anak NTT untuk bisa bersaing secara nasional, regional dan global adalah hal yang penting. Maka, anak-anak muda NTT perlu belajar lebih banyak, lebih luas, lebih jauh mengenal dunia, agar pada gilirannya bisa membangun NTT dengan keilmuan, keterampilan dan pengalaman kerja yang telah dialami dan dikuasai dengan standar daya saing global.





