Masih Adakah Selera Humor di Hati Kita?

Kons beo3

Demikianpun sense of humor yang adalah cikal bakal imperium jenaka. Yang menantang  agar tak boleh hanya melihat diri dan dunia dalam peran dan teater teramat sangat serius. Tiada humor. Tanpa senyum kelegahan sebagai kanal katarsisnya.

Tentu saja citra humor yang sehat itu tidak boleh terpolusi oleh debu-debu candaan atau  lukisan apa saja yang bersifat kasar, keras dan kejam. Maka, perlu disadari bahwa humor tetaplah jadi ‘panggung hiburan jenaka.’ Agar manusia tak kehilangan smiling approach (pendekatan senyum) dalam ‘keras dan rumitnya’ dunia kehidupan ini.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Humor Menggugat Hati Kita Yang Beku

Dari arena humor didapati pandangan baru tentang peliknya hidup. “Saat berada dalam situasi sulit, yang dapat membuat seseorang  menderita depresi, kecemasan dan kemarahan yang meningkat.” Sebab itulah, daya dan aksi humor itu menuntut kecerdasan tertentu yang meyakinkan. Agar orang lain sungguh merasa jenaka atas ‘isi, pilihan, pengalaman serta jalan hidupnya yang tengah disusurinya.’

Sekian banyak pendapat yakini bahwa litania aksi jenaka dan daya humor itu adalah ‘arena rumah sehat.’ Yang pancarkan keceriahan, spontanitas, serta aura apa adanya. Suasana dan alam ‘gunung es, dingin, beku dan kaku’ dicairkan oleh hangatnya daya humor yang cerdas. Yang mempertautkan relasi positif antara sesama manusia.

Tetapi bukankah humor itu telah dapatkan banyak tuduhan? Ia dianggap sebagai cara dungu untuk berlari dari kenyataan hidup yang sebenarnya. Humor dituduh sebagai ‘virus tak serius.’ Yang lemahkan kerja keras dan semangat perjuangan.

Pos terkait