Masih Adakah Selera Humor di Hati Kita?

Kons beo3

Kita pasti rindukan ‘kumpul-kumpul bersama’ dalam jenaka yang bikin tertawa kocak meledak. Tentu pula hal ini menyehatkan dan mencairkan suasana ‘panas dan berdebu’ dalam relasi.  Sayangnya bila arena humor itu ditinggalkan. Sebab, katanya, orang lebih suka pada ‘kelompok bisik-bisik. Senyap dan tersembunyi demi rahasia kepentingannya.’ Pun orang lebih tertarik pada kumpul-kumpul dengan yang urat cocok. Hanya untuk menghina, mempermalukan, dan membidik nama sesamanya.

Akhirnya….

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kita memang mesti belajar untuk merawat selera humor yang benar, sehat dan tentunya bermakna pedagogik. Sesekali, mari tinggalkan dulu ocehan group yang tampil hanya sebagai pengeritik penuh nyinyir tanpa solusi. Dan mari menatap (kembali), misalnya, orang-orang seperti Sule – Andre – Nunung  atau Rina Nose. Sebab Indonesia memang tak boleh kehilangan ajang stand up comedy.

Indonesia  memang tak kehilangan meme-meme kocak yang  bikin orang senyum-senyum sendiri. Dan itu tak hanya menyehatkan. Tapi membawa pesan nilai pula. Sebab itu, mari tinggalkan saja seruan-seruan yang hanya bikin darah naik penuh marah dan kebencian. Yang hanya mau merusakkan dan mencerai beraikan.

Verbo Dei Amorem Spiranti

Collegio San Pietro, Roma

Penulis, rohaniwan Katolik, tinggal di Roma

Pos terkait