Memento Vivere

florianus koten

Pada akhirnya, memento vivere adalah panggilan untuk memulihkan ikatan sosial yang sehat, tidak terlalu longgar hingga menimbulkan keterasingan dan tidak terlalu menekan hingga mematikan harapan. Mengingat untuk hidup berarti menjaga keseimbangan antara solidaritas, kebebasan, dan kepedulian. Hadir tepat waktu, peka sebelum terlambat, dan bergerak bersama demi memanusiakan manusia.

Simpulan

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Tragedi bunuh diri adalah tamparan keras bagi nurani kemanusiaan dan alarrm kehidupan sosial kita, suatu pengingat pahit bahwa di balik rutinitas, tuntutan, dan standar keberhasilan yang diagungkan, masih banyak individu yang merasa teralienasi, tak didengar, dan kehabisan harapan. Ia menyingkap kegagalan kolektif, keluarga, masyarakat, hingga sistem dalam menciptakan ruang aman untuk berbagi luka serta budaya yang lebih sering menilai daripada memahami.

Tragedi ini seharusnya menggugah perasaan kemanusiaan untuk lebih peka, lebih hadir, dan lebih berada bersama kaum marginal dan terpinggirkan dalam masyarakat sebagai tanggung jawab bersama menuju bonum commune.

Memento vivere sebagai lawan tanding seimbang tragedi bunuh diri perlu dihidupkan dan dihayati bersama sebagai suatu komunitas bermasyarakat. Penghargaan terhadap hidup yang dibawa memento vivere diharapkan menyulut api kasih solidaritas antar sesama dan memantik elan vital agar sekiranya kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari dan memutus rantai egosentris dalam kehidupan ini di mana hilangnya rasa kemanusiaan melihat kaum marginal yang menderita.

  • Penulis, ASN pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT

Pos terkait