Injil hari ini (dalam perayaan Pesta Tiga Raja) juga mengemukakan peranan bintang, tujuan dan artinya. Diceritakan tentang perjalanan para Sarjana/Majus dari Timur ke Bethlehem untuk mencari Yesus di bawah bimbingan bintang. Setelah tiba di Yerusalem, bintang itu lenyap, sebab Yerusalem bukan tempat tujuan mereka. Mereka terpaksa cuman singgah ke sana, karena Yerusalem adalah kota pusat pemerintahan dan sekaligus pusat keagamaan orang Yahudi, untuk bertanya dan mencari tahu: ‘Di manakah Raja Orang Yahudi yang baru dilahirkan; kami telah melihat bintan-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia’.
Pertayaan ini menggemparkan seluruh kota dan membuat Raja Herodes kebingungan. Ada raja yang baru lahir berarti jabatannya terancam. Segera dikerahkannya para Imam dan Ahli Taurat untuk mengadakan sidang dengan pokok pembicaraan satu-satunya, tentang bintang ajaib yang menjadi tanda kehadiran seorang raja yang baru dilahirkan itu.
Diperoleh penjelasan bahwa raja yang baru lahir adalah Mesias dan dilahirkan di Bethlehem. ‘Hai Bethlehem, engkau bukan yang terkecil, daripadamu akan bangkit seorang pemimpin, yang menggembalakan umatKu Israel’ (bdk. Mt. 2,6).
Tetapi apakah Herodes dan para Ahli Taurat yang tahu tentang ramalan akan datangnya Mesias juga mencari Yesus? Tidak! Mereka hanya mencari tahu dan ‘omong’ tentang Yesus, tanpa ada kerinduan untuk mencari-Nya. Sebaliknya, malah mereka buat lebih kejam lagi dari itu. Raja yang baru lahir itu dicari untuk dibunuh. Dan anak-anak di bawah umur dua tahun pun menjadi korban.







