Lalu mereka kembali menempuh jalan lain. Memang mereka pulang lewat jalan lain, tanpa menyinggahi istana Herodes yang berhati jahat. Tetapi jalan lain juga mengandung pengertian yang lebih dalam: yaitu lambang perubahan hati dan batin mereka. Mereka meninggalkan jalan hidup lama, jalan kekafiran dan memasuki jalan lain, jalan yang telah ditunjuk Tuhan, jalan keselamatan dalam dan melalui Dia.
Sampai pada titik ini, saya boleh katakana bahwa kehadiran Kristus sebagai Raja diterima secara berbeda oleh dua kelompok orang. Pertama; Raja Herodes, Para Imam dan Ahli Taurat bersikap menolak; sedangkan yang kedua; Ketiga Raja Dari Timur, menerima kehadiran Yesus dengan tulus dan dengan segenap hati.
Tuhan memakai petunjuk yang adalah sarana menuju iman. Keterbukaan terhadap sarana yang ditunjuk Tuhan adalah keterbukaan atau jalan menuju keselamatan.
Maka yang perlu kita percaya adalah bahwa kita ada bintang dalam hidup ini; Bintang lahiriah dan bintang batiniah. Bintang lahiriah berupa cita-cita yang ingin dicapai serta segala peristiwa yang mempengaruhi hidup kita. Ada yang membahagiakan, yang membuat kita merasa senang dan gembira; sebaliknya ada juga yang mengecewakan, yang membuat kita sedih, sakit atau merasa gagal.
Dalam keadaan semacam ini jangan kita lupa bahwa kita masih ada bintang yang lain yaitu iman kita. Dengan mata iman, kita akan bersedia menerima segala penderitaan hidup dengan pasrah. Kebahagiaan dan penderitaan keduanya berasal dari Tuhan. Keduanya adalah bintang yang membimbing kita kepada Allah.







