Sabtu Suci: Jadilah Terang

JOHN NABEN1

Manusia yang baik membutuhkan terang dan hidup dalam terang itu. Sebab terang adalah kebaikan. Terang adalah cinta kasih, kemurahan hati, kelemah-lembutan, kesabaran, cinta damai, kerukunan, persaudaraan dan penguasaan diri.

Manusia yang baik membutuhkan terang; sebaliknya manusia yang jahat suka akan kegelapan, agar perbuatannya yang jahat jangan diketahui orang. Atau menurut perkataan Yesus sendiri: ‘Barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang, supaya perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah (bdk. Yoh. 3:20-21).

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sebaliknya, orang yang berbuat jahat, membenci terang agar perbuatannya yang jahat tetap tersembunyi. Sebab itu, kegelapan adalah kejahatan.

Kita mengenal istilah; mata gelap, pikiran gelap dan hati gelap. Istilah-istilah ini mengarah kepada kejahatan. Pikiran gelap membuat orang bermata gelap. Akibatnya, orang melakukan sesuatu yang tidak terkendali, yang kita sebut sebagai kejahatan. Oleh karena itu, kegelapan adalah kebencian, iri hati, cemburu, sombong, kelicikan, dendam, amarah dan ingat diri. Kristus telah datang dan hidup di antara manusia sebagai terang, untuk mengusir kegelapan dari dalam hati setiap kita.  Dia juga telah sengsara, wafat dan bangkit untuk memberi penebusan bagi kita, yang berdosa ini.

Terang dan gelap merupakan dua hal yang tidak dapat disatukan atau dipadukan; atau terang, atau gelap. Keduanya tidak bisa berada serentak, yang satu hanya bisa mendahului yang lain. Antara terang dan gelap, tidak bisa ada bersama serentak. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa tidak bisa berada dalam Kristus yang adalah Terang, kalau kita sedang hidup dalam kegelapan.

Pos terkait