Kita sudah berada dalam Kristus yang adalah Terang, tetapi betapa sering kita lebih suka berjalan dalam gelap. Berjalan dalam gelap akan celaka. Berjalan dalam gelap, kita tidak akan sampai ke tujuan. Kristus telah bangkit sebagai terang untuk memperingatkan kita bahwa Dia yang kita hormati itu adalah terang. Dan bahwa hidup dalam Dia berarti hidup dalam terang.
Oleh kebangkitan-Nya, kegelapan telah diusir dari dalam hati kita. Untuk itu, pada Malam yang Suci ini, kita membarui sekali lagi janji baptis kita. Untuk membarui janji baptis ini, kita sudah menyiapkan diri, selama 40 hari di Masa Prapaskah atau Masa Tobat. Kita sudah mengusir segala bentuk kegelapan dosa dari dalam hati. Dan kita mau hidup dalam terang sekarang dan seterusnya. Batu yang menutup pintu makam; pintu hati kita, juga mau digulingkan, agar kita bisa keluar dari kegelapan hati kita.
Oleh kebangkitan-Nya, Kristus selalu mengusir kegelapan dari hati kita, maka marilah kita hidup dalam terang, dengan melakukan perbuatan baik agar Terang Paskah Kristus tetap bercahaya di hati kita dan juga bercahaya di dalam dunia yang sedang terluka ini. *
- Penulis, rohaniwan Katolik, tinggal di Novisiat SVD Kuwu, Manggarai






