Saling Silang ‘Gagal’ dan ‘Berhasil’

Kons Beo8

Tuduhan-tuduhan berat Pilpres penuh curang, toh ditangkis penuh enteng oleh MK. Intinya ‘kurang bukti’ dan itu tak sanggup yakinkan para hakim MK yang mulia, terutama yang berlima itu. Intinya Jokowi terlumputkan segala tuduhan telah bergentayangkan dalam segala aksi cawe-cawenya. Pun dari segala lalu lintas bansos – gentong babi di sana-sini. Dan bahkan Gibran yang telah dimahkotai duri tajam  nepotisme oleh discermen yuridis dianggap MK ‘tak seperti yang dituduhkan.’

Bagaimanapun suara kontra tak surut menurun. Pipres yang gagal, manipulatif, dan sarat mainkan rasa keadilan ‘publik’ tetap jelas terdengar. Sebab itulah, sebenarnya publik yang kontra itu tak perlu merasa disejukkan hatinya bahwa alhamdulilah masih ada Saldi Isra, Enny Nurbaningsih, dan Arif Hidayat, yang ternilai tetap beretika. Sebab bertiga itu kokoh di jalur dissenting opinion.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Wah, jangan-jangan semuanya sebatas beda pendapat yang dikaroseri sekedar untuk alihkan perhatian, karena toh ujung-ujung Hasil Keputusan MK jelas sudah Final dan Mengikat. Sepertinya, semua yang kontra hasil Pilpres itu hendak dirayu pada alam bawah sadar di lintasan ‘kalah terhormat.’ Bahwa ‘biar kalah’ namun ‘masih ada kehormatannya pada sikap ketiga hakim yang lain itu.

Pilpres yang gagal ini disebabkan oleh proses yang awal penuh taktis nan licik, dalam dinamika selanjutnya yang suram bahkan seram pula. Jokowi yang dituduh berat telah melukai demokrasi dalam Pilpres, kini seolah-olah  hadir dalam ‘obat penenang amarah’ dalam ketiga hakim ‘beda pendapat’ itu.

Pos terkait