Semuanya sepatutnya usai sudah di sini. Kini, biarlah PraGib dengan segala kekuatannya siap melaju memimpin Negeri. Semua yang berseberangan ada bagusnya tetap saja di haluan yang berseberangan itu. Dalam sikap kritis yang konstruktif.
Bagusnya, Pak Prabowo, misalnya, mesti merasa nyaman untuk tak sertakan Bu Mega dan Keluarga Besar PDIP dalam perahu koalisinya. Telah memenangkan pertarungan menuju kursi 01 legislatif kepemerintahan Negeri, kini mesti dibuktikan pula kemenangan dan kekuatan dalam memimpin negeri.
Dan juga, kiranya Prabowo mesti jeli serentak untuk menantap pihak berseberangan yang mulai bergerilya untuk ‘untuk tunjuk wajah dan stor muka’ ke dalam koalisinya. Iya, yang mulai merapat demi kabinet dan semua kepentingannya. Indonesia tak selamanya mesti dalam ‘gotong royong’ dalam segala aksi solidernya. Mesti ada sisi-sisi lain yang berjalan teguh dalam sikap kritis dan sungguh korektif. Toh, kemajuan akan dapat terasa dalam pertarungan antara ‘suara gagal dan suara berhasil.’
Jika masih disangsi, kita perlu belajar lebih banyak lagi dalam pengalaman berbangsa dan bernegara. Tak perlu kita harus bertanya dan bersandar pada gemerincing suara ‘’cincin yang bergoyang.” Begitulah kiranya jika mesti senyawa dengan Rocky Gerung yang selalu mengguntur itu…..
Verbo Dei Amorem Spiranti
* Penulis rohaniwan Katolik, tinggal di Roma







