
Cerita ini mengandung pesan bahwa Malaka sudah dari sononya mempunyai lahan pertanian yang sangat menjanjikan untuk sektor pertanian dan perkebunan. Maka RPM yang dicetuskan SBS mengandung makna dalam, implikasi luas dan jauh ke depan. RPM mengandung makna politik pertanian, mengandung makna relasi antara lahan dengan petani pengguna lahan, dan juga mengandung makna klimatologis.
Masyarakat Malaka harus berterima kasih dengan kehadiran RPM. Meski seorang dokter, SBS serius membidik sektor pertanian sebagai leading sector membangun Malaka dengan RPM sebagai pirantinya. Keseriusan itu ditandai antara lain dengan mengundang para ahli pertanian dari kalangan kampus menjadi tim pendamping, juga menyiapkan alsintan (alat dan mesin pertanian) untuk menggarap lahan warga. Pemkab Malaka bahkan menyiapkan 60 unit traktor besar untuk memacul tanah rakyat secara gratis. Biaya pacul tanah ditanggung oleh pemkab. Setiap tahun sekitar 3000 hektar lahan warga dipacul traktor secara gratis.
Hal lain yang patut diapresiasi adalah penanganan banjir yang telah menjadi penyakit menahun. Kecamatan Malaka Tengah, Malaka Barat, Weliman, Wewiku adalah kecamatan langganan tetap banjir setiap kali musim hujan. Di bawah SBS orientasi penanganan tidak lagi pada efek banjir seperti selama ini, tetapi pada sebab banjir. Setelah mempelajari terjadinya banjir, jalan keluar yang dipakai adalah penguatan tebing, tanggul dan normalisasi aliran sungai. Hasilnya, sejak tahun 2016, banjir bandang dengan efek yang sangat merusak tidak terjadi lagi di Malaka. Kalau pun terjadi banjir, itu hanya karena tanggul jebol akibat intensitas hujan yang tinggi. Tetapi pemerintah selalu siaga, sehingga manakala terjadi banjir, dalam satu hari segera ditangani.
Negara kecil bernama Dubai itu sekarang menjadi pusat turisme Timur Tengah. Tanpa banyak minyak mentah, pertumbuhan ekonomi Dubai melejit jauh dan sekarang menjadi negara dengan pendapatan paling besar di Timur Tengah. Siapakah tokoh di balik keberhasilan itu? Dia adalah Sheik Mohammed bin Rashid al-Maktoum yang telah mengelola negaranya seperti mengelola sebuah perusahaan. “Hu runs the emirate like a corporation,” tulis Majalah Time ketika mengulas keberhasilan Dubai di Timur Tengah.
SBS bukan Sheik Mohammed bin Rashid al-Maktoum. Kondisi Malaka juga berbeda dengan Dubai. Tetapi tekad SBS untuk membawa Malaka terbang mirip dengan Sheik Mohammed bin Rashid al-Maktoum membawa Dubai meninggalkan negara-negara lain di Timur Tengah.







