SBY: Antara Panjat Tebing dan Mimpi Blessing in Disguise

KLB PD

Tak Mudah Panjat Tebing

Ternyata, SBY benar-benar berada di kaki gunung. Kini, secara nyata, ia alami sungguh situasi khaos yang menimpah PD. Harus hadapi konsekuensi politik dari KLB PD. HM Darmizal Ms cs benar-benar adalah simbol perlawanan yang nyata. Belum lagi bila mesti meratapi sikap politik Moeldoko yang dianggap tak punya rasa malu dan tak tahu berterima kasih.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Galau di hati tak dapat disembunyikan. Saling menyangkal keberadaan sah PD antara kedua kubu sekian buka-bukaan. Konflik ini muncratkan segala kejijikan yang pernah  terjadi dalam PD di bawah komando SBY dan kini diestafetkan dalam sosok AHY. AD/ART yang jadi rujukan visi-komitmen sah internal partai, untuk sementara ini oleh kedua kubu hanyalah alat demi pembenaran diri serentak menegasikan yang lain.

Bagi kubu SBY-AHY, cacat hukum  KLB mesti segera dipentaskan atas teropong AD/ART itu. Namun, bagi kubu Moeldoko, justru AD/ART itu telah dikangkangi demi memuluskan jalan AHY menuju kursi 01 PD. Ini belum lagi bila harus dilitaniakan segala dosa dan praktek ‘carpe diem’ SBY-AHY cs yang menggelikan di tubuh PD. Tentu di masa jaya, saat-saat tak terlalu tampak kubu-kubuan, betapa PD begitu di atas awan-gemawan. Begitu populer, dan memang populer. Artinya cepat diminati serentak cepat pula meredup dan ditepikan dalam hitungan persentase perolehan suara. Dari satu Pileg ke Pileg berikutnya ada di jalur menurun.

Tak semudah balikkan telapak tangan, SBY kini harus berhadapan dengan (mantan) orang-orang kunci PD. Sosok seperti Marzuki Ali, juga sebagai mantan Ketua DPR RI (2009-2014), misalnya, tentu tahu persis gelora, siasat serta zig-zag politik SBY dalam PD.

Pos terkait