SBY: Antara Panjat Tebing dan Mimpi Blessing in Disguise

KLB PD

Konflik PD kini mesti berurusan dengan pembuktian legal standing  dari pemerintah. “Saya pesan kepada seorang pengurus Demokrat kemarin. Saya pesan tolong Pak SBY dan AHY jangan tuding-tuding pemerintah begini, pemerintah begini.” Reaksi Pemerintah melalui Menkumham Yasonna sekian tegas, “Tunggu saja kita obyektif kok, jangan main serang yang tidak ada dasarnya.”

Yasonna sepertinya kesal. Macamnya kubu SBY-AHY itu ‘maen paksa-paksa na.Maunya pemerintah mesti gesit, segesit proses AHY terpilih jadi Ketum PD di 15 Maret tahun 2020 itu.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

SBY kini lagi panjat tebing. Sambil meraba-raba dinding-dinding tebing yang tak pasti kuat dan rapuhnya demi kembali mencapai ‘alam PD yang damai.’ SBY memanjat dengan seribu rasa serta sejuta tanya tak pasti. Setegah itukah para mantan orang dekatnya yang kini membelot? Sendirikah Moeldoko bertarung ataukah ada kolaborasi dengan oknum XYZ? Tidak terlibatkah penghuni istana dan orang-orang di ring 1-nya? Sekiranya demikian, apa maksud semuanya ini? Betul kah pemerintah nantinya adil dan sejujur-jujurnya demi sebuah solusi yang elegan?

Berkah Terselubung

Tetapi, mari ditelisik sisi indah nan positif, sekadar the other side dari prahara PD. SBY pasti sanggup menarik berkah terselubung di balik kacau balaunya suasana PD. KLB Deli Serdang dan turun gunung serta  panjat tebing-nya SBY bukannya suatu kesempatan yang berlalu begitu saja. Tanpa makna. Inilah kesempatan emas SBY hendak membuktikan bahwa sosoknya adalah tokoh yang mesti tetap diperhitungkan.

Pos terkait