Tahun Yobel : Peziarah Harapan

IMG 20241231 WA0018

Kedua; Kasih Allah yang senantiasa hadir menopang orang beriman untuk tegar dalam penderitaan dan meyakinkan mereka bahwa pengharapan yang akan datang selalu ada, tidak kosong; nihil.

Ketiga; Kasih karunia dan harapan memiliki sifat yang tidak pernah gagal atau menipu atau mengecewakan. Keempat; Allah akan selalu menepati janji-Nya kepada kita karena IA mengasihi kita.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Paus Fransiskus dalam ayat suci ini menekankan bahwa “Pengharapan itu tidak mengecewakan”. Keyakinan ini yang kemudian mengajak semua orang Kristen untuk menjadi PEZIARAH HARAPAN, pada tahun rahmat ini.

Sebagai peziarah, kita membawa serta sebuah intensi di dalamnya yakni harapan. Harapan yang dimaksud bukanlah sesuatu yang buruk melainkan sesuatu yang baik, luhur dan mulia. Dan orang yang memiliki harapan tidak akan pernah berhenti berjuang ataupun putus asa. Sebab berharap sudah pasti menuntut pengorbanan yang lebih.

Sebagai insan lemah, kadang kita menemui keputusasaan, kekecewaan. Misalnya saja, berharap agar sembuh namun tidak kunjung sembuh. Ingin punya rumah bagus tetapi gagal membangunnya. Ingin punya sepeda motor tetapi tidak punya modal cukup untuk membelinya dst.

Yang membuat semua ini terjadi adalah bukan karena ketiadaan pengharapan melainkan karena seringkali kita memaksakan kehendak kita kepada ‘Yang Lain’. Kita mau mengambil peran Allah dalam seluruh diri kita. Kita tidak lagi punya waktu cukup untuk menunggu waktu Tuhan terjadi, melainkan memaksakan Tuhan mengikuti kehendak dan niat hati kita.

Berharap bukan hanya sekadar menunggu apa yang kita inginkan untuk terlaksana, namun lebih daripada itu, berharap harus diimbangi dengan kesadaran bahwa ada sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar yakni Kehendak Allah sendiri.

Pos terkait