Karena kekuatan pengharapan Bunda Maria atas kehendak Allah itu, maka pada setiap tanggal 1 Januari, Gereja Katolik di seantero jagad membuka peziarahan baru, di tahun baru dengan merayakan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah. Maka di awal tahun yang baru ini, kita semua diajak untuk bercermin dan belajar dari Bunda Maria. Belajar dari ketaatan dan kesetiaannya mengandung dan melahirkan Yesus, belajar dari keimanan Bunda Maria untuk selalu dan senantiasa hanya berharap pada kehendak Tuhan saja, belajar menyimpan segala perkara dalam hati sampai kehendak Tuhan terlaksana dalam diri kita dan juga belajar kesetiaan seorang ibu dari Maria, Bunda Allah dan Bunda kita semua.
Dan dalam peziarahan kita pada Tahun Yobel ini, bersama Maria kita melangkah di tahun baru, tahun 2025 dengan dan dalam kerendahan hati kita sebagai anak-anak Allah, dalam dan melalui ketaatan, kesetiaan, kepasrahan penuh serta iman yang teguh, membawa sejuta harapan dan meminta bantuan doa serta bimbingannya kepada belas kasih Allah akan nasib hidup kita yang sudah pasti tidak akan mengecewakan.
Bersama Bunda Maria kita berlangkah menapaki tahun 2025 dengan penuh harapan dan kepastian bahwa harapan akan penyertaan Allah tidak akan pernah berhenti. Sebab Allah selalu Beserta Kita.
Kita juga berharap bahwa bersama dengan Bunda Maria, Perayaan Yubileum 2025 hendaknya memantik dan mendorong kita semua untuk memperkuat solidaritas, mengatasi perpecahan dan bekerja sama untuk kesejahteraan bersama.
Secara pastoral, Paus Fransiskus memohon agar tahun yang baru ini selalu dan senantiasa diwarnai oleh pengalaman rekonsiliasi, semangat berbagi dan dipenuhi dengan sikap tanggung jawab atas hidup yang lebih baik.






