Tahun Yobel : Peziarah Harapan

IMG 20241231 WA0018

Kesadaran ini ada pada Maria. Dalam kekalutan hendak mewujudkan rencana Allah untuk keselamatan umat manusia, ia senantiasa berharap hanya pada Tuhan saja.

Jawaban “Terjadilah padaku, seturut kehendakMu” dalam Injil Lukas 1:38; merupakan ungkapan Iman Bunda Maria yang taat, setia dan hanya berharap tanpa syarat kepada kehendak dan rencana Allah. Bunda Maria tidak menyerah bukan pula lemah dalam berargumen dengan Malaikat Gabriel. Lebih daripada itu, Bunda Maria berharap, pun menyetujui peristiwa inkarnasi Sabda Allah terjadi dalam dirinya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Bunda Maria tidak berharap lebih, tidak berbangga diri juga, Bunda Maria justru menyadari kelemahannya dan membuka diri secara utuh agar ‘ketaatannya membawa sukacita’ sesuai dengan harapan atas kehendak Allah dalam dirinya.

Ketaatan dan kesetiaan Bunda Maria membawa serumpun pertanyaan dan juga persoalan. Ada pergulatan yang Maria pikul selama menunggu waktu Tuhan terlaksana. Ketakutan akan berita kehamilannya tersiar, monopoli kekuasaan patriarkat zaman itu menghantui pikirannya, hukum sosial dan sanksi sosial yang mengantongi seluruh ziarah hidupnya di Nazareth membuatnya tidak berdaya.

Belum lagi dengan calon tunangan yang akan diam-diam menceraikan dan mencemarkan namanya. Semua itu menjadi salib terberat yang Bunda Maria harus pikul di pundaknya. Namun Maria yakin dan cuma berharap bahwa Tuhan yang berkehendak tidak akan pernah meninggalkannya sendirian. Kekalutan tidak menguasai harapannya. Ketaatan, keyakinan dan imannya yang kokoh kemudian menjadikannya sebagai THEOTOKOS; Yang Melahirkan Allah.

Pos terkait