Di muara inilah, jadilah kita paham. Di rumah Tuhan tak pernah boleh ada banyak poles-polesnya. Hadirlah ‘sebagaimana kita apa adanya.’ Dengan segala luka, debu, kekurangan, kelemahan, cacat, dan semua noda dosa…’
Kita hanya tetap berharap dan berdoa agar “semoga aku kembali sebagai orang yang dibenarkan Allah…” (Luk 18:14).
Verbo Dei Amorem Spiranti
* Penulis, rohaniwan Katolik, tinggal di Roma







