Tempayan-Tempayan

kons beo7

(Sekadar Tafsiran ‘Rame dan Kocak’ atas Yohanes 2: 1 – 11).

Oleh Pater Kons Beo SVD

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kawan ku…

Dunia Kana waktu itu tentunya menghukum tuan pesta itu sejadinya. Itu sekiranya anggur pesta benar-benar kehabisan. Sebuah pesta yang didakwah konyol. Hanya ‘mo bikin malu-malu saja.’

Namun, nyatanya, semuanya berlangsung gembira dan ber-ending ceriah. Anggur tak habis. Berkelimpahan di pesta itu. Malah anggur terakhir itu terakui sebagai bobot anggur terbaik.

Kawan ku…

Aku tak berpikir bahwa kehabisan anggur di pesta mesti ditilik hanya sebagai petaka yang memalukan buat si tuan pesta. Aku merenung di jalan begini: ‘Itu semua gara-gara terlalu banyak tamu yang datang. Tak sebanding dengan anggur yang disiapkan.’ Tuan pesta itu ‘orang baik. Dikenal luas. Tamu-tamu pada datang berjamaah. Tak sekadar untuk ‘cari minum dan cari makan.’ Mereka ingin berbagi kegembiraan bersama Tuan Pesta. Sekadar ada bersama dan larut ceriah dalam pesta, sudah lumayanlah!

Kawan ku…

Ada lagi satu pengandaian lain yang kocak yang pernah kudengar. Begini alkisah fiktifnya: Sebenarnya hanya Yesus sendiri yang diundang ke pesta nikah di Kana itu, sayangnya Ia membawa serta juga para muridNya, yang  rata-rata peminum atau suka minum semuanya. Mana anggur pesta tak cepat habis? Yesus jadinya ‘malu dan harus bertanggung jawab juga atas kelakuan murid-muridNya itu.’ Maka, mujizat pun harus terjadi. Ada-ada saja pengandaian kocak ini…..

Mari kita lanjut…..

Kawan ku…

Ketika kita adalah orang baik, punya hati terbuka dan tahu menghargai orang lain, apakah ‘acara kita dilewatkan begitu saja oleh sesama-sesama kita?’ Bunda Maria dan Yesus, Putranya, tak sampai hati untuk membiarkan tuan pesta yang baik hati itu dirundung duka, sekiranya mereka tak berbuat sesuatu.

Pos terkait