Vidimus Enim Stellam Eius In Oriente

majus dari timur6

Kedua, marilah bergerak! Umat Allah itu senantiasa bergerak, berarak atau berziarah! Apa yang indah dan memiliki daya pikat selalu mendesak manusia untuk mencarinya. BintangNya di Timur menggerakkan para Majus untuk bergerak, beralih, berziarah, berjalan jauh untuk mendapatkan sesuatu yang lebih berarti. Berangkat jauh untuk mencari apa yang ditunjukkan bintang di Timur adalah ungkapan isi hati yang bebas merdeka. Itulah gerak mencari tanpa terlilit oleh kelekatan-kelekatan apapun.

Satu kehidupan (bersama) yang disinari oleh bintangNya di Timur menjadikan seseorang tak berdaya secara benar untuk meninggalkan apapun yang mengikat. Demi tinggalkan segala kenyamanan dan keasyikan diri sendiri. Yang mengikat itu bisa tertampak dalam cara berpikir, sikap, atau perlakuan terhadap sesama yang tak pernah masuk dalam gerak berubah! BintangNya di Timur itu, sejatinya, menjadi satu gambaran dari orientasi hidup yang baru. Saat BintangNya di Timur itu terpancar ke Betlehem, di atas sebuah palungan, terarah tepat pada seorang bayi lemah, di situ sebenarnya tampil satu kekuatan dahsyat untuk menggerakkan kita dalam satu perubahan. Sang Bayi lemah di palungan itu adalah gambaran kisah hidup kelompok manusia yang ditolak. Itulah warna hidup awan gelap saudara-saudara kita yang letih lesuh tanpa daya. Yang kehilangan kesempatan untuk hidup secara lebih baik dan selayaknya.

Dicahayai oleh BintangNya di Timur, mari bergerak untuk menjumpai yang lemah dan yang tak beruntung nasibnya. Penampakan Tuhan adalah pula satu panggilan kepada keberpihakan. Itulah gambaran satu cita rasa solider terhadap  nasib sesama  yang tak beruntung.

Pos terkait