Pater Nicholas Strawn SVD: Usia 86 Tahun, Saat Mengenang Rahmat Tuhan

pater niko konok4
Pater Nicholas Strawn SVD

Ziarah berkuda dari Kalikasa menuju Lerek seperti kunjungan (tourne) perdana Pater Niko ke tengah umat dalam deretan stasi sepanjang jalan. Pater Laurens dan Pater Niko beristirahat semalam di Stasi Atalojo sambil menikmati suguhan nasi, daging ayam dan sedikit sayur buah pepaya teriris dengan beberapa gelas tuak (minuman lokal) dari pohon kelapa.

Inilah awal sang misionaris mendapatkan julukan dari umat Paroki Lerek dengan sebutan “Niko Konok.” Konok adalah wadah tempat minum yang terbuat dari tempurung kelapa. Di wilayah Kecamatan Atadei  yang meliputi Paroki Lerek dan Kalikasa, orang minum tuak dengan menggunakan konok.

Esok hari, saat mentari telah bercinta dengan bumi Atalojo, tiga ekor kuda yang membawa barang dan dua misionaris SVD bergerak menuju Lerek usai merayakan ekaristi bersama umat di Atalojo. Lerek itu perkampungan yang terhampar sebagai sebuah lembah ibarat sebuah kuali raksasa dikelilingi Gunung Mauraja, Bukit Hobal, Bala Bewa, Lakaraya, Lagan Genek, Beloboho, Taru Girek dan Ilbul. Hamparan itu berisi ladang-ladang yang ditumbuhi padi, jagung, ubi, pisang, pohon-pohon kelapa yang menyebabkan lembah itu tampak hijau.

Suara anak-anak Lerek yang berteriak tuan oling dan orang-orang dewasa yang bergegas menuju ke pastoran adalah ucapan selamat datang kepada misionaris baru yang telah lama dinanti dan dirindukan setelah berakhirnya masa pengabdian Pastor Paroki Lerek, Pater Yohanes Knoor SVD, setelah setahun “kepergian” tragis Pater Henrikus Konradus Beeker SVD di Watuwawer,  19 April 1956. Gereja Paroki Lerek berpelindung Hati Terkudus Yesus  berdiri megah di tengah kampung dengan rumah-rumah dan lumbung-lumbung beratap daun kelapa. Candi gereja menjulang tinggi sambil menatap puncak Gunung Mauraja nan tandus dan runcing seperti penjaga yang setia. Pastoran berdiri tidak jauh dari gereja.

Pos terkait