Pater Nicholas Strawn SVD: Usia 86 Tahun, Saat Mengenang Rahmat Tuhan

pater niko konok4
Pater Nicholas Strawn SVD

Pater Niko hanya “terjaga” sepanjang malam dan berharap hari segera siang. Pagi-pagi buta, umat Lite bergegas dengan sarung melekat di badan datang ke pastoran untuk menyalami kedua misionaris. Mereka tahu bahwa semalam ada dua tamu sangat istimewa yang memasuki kampungnya. Sebuah kebahagiaan yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata sebanyak apa pun. Lalu keduanya melanjutkan perjalanan dari Lite dengan melewati Kampung Lewokukung dan Kenale, tempat peristirahatan bagi rakyat yang hendak menuju ke Lewoleba.

Di Kenale, warga Lewokukung dan Belek biasa menjual kelapa muda, tuak, ketupat, ikan goreng, ayam goreng, jagung titi, buah-buahan dan sebagainya. Kedua misionaris itu akhirnya tiba di Kalikasa dan disambut Pastor Paroki Kalikasa, Pater Yoseph Scheidler SVD, misionaris asal Jerman. Kedua misionaris ini beristirahat semalam di pastoran Paroki Kalikasa sambil menikmati udara yang dingin.

Esok pagi, usai merayakan ekaristi, Pater Niko dan Pater Laurens melanjutkan perjalanan menuju Lerek. Sepanjang perjalanan dari Kalikasa, Karangora hingga memasuki wilayah administrasi  Paroki Lerek, umat berteriak, tuan oling (tuan datang)  dan te kar dor (ayo kita kejar) sambil berlari mengiringi perjalanan kuda yang membawa kedua misionaris.

Keduanya menyaksikan kebun dan ladang petani yang menjadi umatnya yang sederhana tapi bekerja keras di tengah alam yang terkesan kikir agar tetap bertahan hidup. Rumah-rumah umat tampak begitu sederhana: berdinding bambu anyaman dan beratap daun kelapa atau rumput alang-alang dan berlantai tanah. Umat berjalan kaki menempuh perjalanan puluhan kilometer setiap hari pergi-pulang ladang sambil membawa sayur, ubi, kayu api, makanan kambing dan babi serta ternak lain.

Pos terkait