HARI Selasa, 28 Juli 2020. Sudah lewat tengah hari. Sekitar pukul 13.00 Wita. Dua kapal lepas tali di Pelabuhan Rakyat Ritaebang, Ibukota Kecamatan Solor Barat, Flores Timur.
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), di kapal pribadinya. Ditemani para staf khusus gubernur. Pius Rengka, Rocky Pekujawang, David Pandie, Tony Djogo, dan Anwar Pua Geno. Juga beberapa staf Biro Humas dan Protokol Setda NTT.

Rombongan yang lain di KM Fantasi Express. Milik pengusaha Lembata. Dua kapal ini berkecepatan tinggi. Sekitar 70 km/jam. Anda bayangkan kapal laut dengan kecepatan seperti itu membelah ombak.
Kedua kapal mengambil haluan Lewoleba, Ibukota Kabupaten Lembata. Sejumlah kepala dinas yang bukan orang pantai dan jarang naik kapal laut terlihat lebih awas duduk di atas kapal.
Satu setengah jam berlayar, kedua kapal itu merapat di Pelabuhan Lewoleba. Waktu menunjukkan pukul 14.30 Wita. Dari pelabuhan, rombongan gubernur tancap gas ke Desa Mingar, Kecamatan Nagawutung, Lembata. Tatap muka Gubernur VBL dengan para pimpinan OPD dan masyarakat dilakukan di Pasir Putih, Mingar.
Tempatnya indah. Ombak besar bergulung-gulung menuju tepi. Dan akhirnya pecah ketika menemui pasir di pinggir laut. Meninggalkan buih-buih putih bersih. Pemandangannya indah nian. Tidak salah pantai ini didandan jadi salah satu tempat rekreasi pantai favorit Lembata. Saban Minggu warga Lewoleba ramai-ramai ke tempat ini.







