Sabtu Suci: Jadilah Terang

JOHN NABEN1

Oleh John Naben, SVD

Awal kisah Kitab Kejadian ditandai oleh Firman Tuhan: ‘Jadilah Terang’ (bdk. Kej.1:3). Satu tanda bahwa Allah pertama-tama menyatakan kehadiran-Nya sebagai yang membawa terang. Dan Allah adalah Terang.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Awal kisah Injil Yohanes ditandai dengan kehadiran Sabda, yang menjelma menjadi Manusia dan tinggal di antara kita, yaitu Yesus Putera Allah, yang adalah Hidup. Dan hidup itu adalah terang bagi manusia. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang telah datang ke dalam dunia (bdk. Prolog Injil Yohanes 1:1-5.9.14).

Awal hidup Yesus ditandai dengan terang, yang menuntun para majus dari timur untuk menyembah-Nya (bdk. Mat. 2:2), maka hidup-Nya ditandai dengan terang. ‘Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia mempunyai terang hidup’ (Lih. Yoh. 8:12) dan akhir hidup-Nya ditandai pula dengan terang kebangkitan yang mulia, yang sedang kita rayakan ini. Dan justeru karena itu, Gereja memilih lambang terang, untuk menandai upacara pembuka Malam Paskah.

Malam ini, seluruh upacara diwarnai oleh terang, yang merupakan kekhasan upacara Pesta Kebangkitan Tuhan. Malam ini, lalu menjadi satu malam yang mempunyai arti dan makna tersendiri, yang membuat kita bersorak dan bergembira, karena lilin-lilin yang kita bawa, yang sedang menyala ditangan masing-masing merupakan lilin paskah dan terang yang sedang bercahaya itu adalah Terang Kristus. Kristus datang sebagai Terang. Dia hidup sebagai Terang. Dan Dia bangkit pula sebagai Terang untuk mengusir kegelapan dari hati setiap manusia yang beriman dan percaya kepada-Nya.

Pos terkait