Oleh Pater John Naben, SVD
Membongkar yang lama dan membangun yang baru sudah menjadi bagian dari hidup manusia. Rumah yang sudah tua, bangunan yang sudah rusak, jembatan yang sudah tidak kuat lagi mesti dibongkar dan harus dibangun yang baru.
Membongkar adalah satu tindakan pengrusakan, penghancuran, penghapusan, peniadaan apa yang sudah ada dan menggantikannya dengan yang lain.
Membongkar berarti apa yang ada itu sudah rusak, sudah tidak baik lagi sehingga perlu diganti dengan yang baru. Manusia merasa tidak senang atau tidak puas terhadap sesuatu yang buruk, yang dirasa tidak berguna lagi, sehingga harus dibinasakan untuk diganti dengan yang baru.
Tindakan membongkar juga dibuat oleh Yesus dalam Injil hari ini, pada Pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran. Ketika Hari Raya Orang Yahudi sudah dekat, Yesus pergi ke Yerusalem. Di Bait Allah dilihat-Nya pedagang lembu, kambing, domba dan merpati. Ia membuat cambuk dan mengusir mereka semua dari dalam dan sekitaran Bait Allah itu. Dan meja para penukar uang dibalikkan-Nya; uang mereka dihamburkan-Nya ke tanah (bdk. Yoh. 2:15). Ia berkata: ‘Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan’ (bdk. Yoh. 2:16). Dan atas tantangan dari orang-orang Yahudi, Yesus berkata: ‘Rombaklah Bait Allah ini dan dalam tiga hari, Aku akan membangunnya kembali’ (bdk. Yoh. 2:19).
Dan Injil mengatakan, Bait Allah adalah Tubuh-Nya sendiri (Yoh. 2:21). Memang Yesus adalah Bait Allah yang sesungguhnya, yang tidak bercacat dan tidak bercela. Bagi bangsa Yahudi, Bait Allah adalah tempat Allah hadir secara khusus dan juga menjadi tempat Allah bertemu dengan umat-Nya.







