(Permenungan pada Pesta Penampakan Tuhan)
Kami Telah Melihat BintangNya di Timur (Mat 2:2)
Oleh P. Kons Beo, SVD

Kristus sungguh telah lahir. Kristus Penyelamat semesta kini ditampakkan. Menjadi Sosok yang dijangkau oleh segala penjuru dunia. Betlehem kini mesti menjadi satu tujuan peziarahan baru. Dan di situlah, di Betlehem, segala ziarah hidup manusia berkiblat. Betlehem pada saatnya tak lagi merupakan satu tempat terkecil dan terpencil di antara segala kota, melainkan ia menjadi arah perjalanan baru yang dituju.
Perjalanan ketiga Majus dari Timur adalah satu dorongan bagi Gereja, bagi kita semua, untuk menata kembali arah dan tujuan perjalanan iman dan spirit hidup kristiani kita. BintangNya yang di Timur itu adalah tanda pengharapan agar ziarah iman kristiani itu selalu berbuah dan serentak berarti. Mari kita renungkan tapak-tapak perjalanan dari Timur menuju Betlehem dalam bingkai spirit hidup kristiani:
Pertama, marilah kita melihat! Bukalah mata kita untuk menatap secara saksama. Adakah sesuatu yang menarik di hadapan kita? Kita bayangkan saja bahwa para Majus itu tak hanya melihat apa yang ada dalam diri sendiri, dalam wilayah sendiri. Bahwa mereka hanya melihat apa yang menjadi milik atau kepunyaan sendiri. Ada sesuatu di langit yang mesti ditatap! Itulah bintangNya di Timur. Bintang di Timur itu tak cuma dilihat sebagai satu keindahan kosmik. Melainkan, bagi para Majus, menjadi satu ajakan tegas untuk menelusuri adanya sesuatu yang lebih dalam dan bermakna.
Kita perlu membuka mata hati dan tentu membuka mata iman. Demi menatap lebih tenang, jauh dan dalam kisah-kisah yang terjadi di sekitar kita. BintangNya di Timur adalah gambaran keindahan ilahi! Apapun yang indah selalu mengundang decak kagum, hati gelora penuh terperangah. Bukalah panca indra kita agar kita tak kehilangan rasa kagum dan daya apresiatif. Hidup tanpa menatap dan mengalami aura bintang membuat kita bisa terjebak dalam alam gelap. Karenanya, pakailah mata, pandanglah dengan sinar kasih. Agar dimilikilah gambaran yang baik tentang sesama, misalnya. Mata kristiani adalah mata yang disinari oleh cahaya bintangNya di timur. Ia bukanlah mata buta atau gelap mata. Mata yang dihantam debu jalanan atau diberondong pasir padang gurun! Melainkan adalah bola mata yang mampu melihat kebaikan dan kebenaran.







