Cerita Misionaris di Tanah Misi: Mulanya Serba Asing

Yos Mapang1
Yos Mapang4 medan hutan amazone
Medan berat Amazon. Tidak gampang bermisi di Amazon

Perjalanan kemudian berlanjut  ke Kota Manaus, bagian utara negara. Tanpa saya kenal ternyata  penumpang yang bakal duduk  di samping saya di pesawat berkerudung, seorang biarawati dan berjaket khas dari Asia. Namun agar tidak  menjadi malu, saya diam seribu bahasa karena takut salah kaprah.  Baru pada saat  berada di ruangan tunggu   Bandara  Manaus, saya memberanikan diri bertanya kepada penunpang tersebut dalam bahasa asing juga.  Ternyata dia adalah  suster berasal Sumatra – Indonesia. Namanya Suster Agnes.

Wah dunia  gelap dan asing tadi sepertinya kembali bercahaya,  membuat saya tanpa  segan-segan mengatakan kalau saya seorang Pastor SVD  juga dari Indonesia , tepatnya  NTT dalam perjalanan  ke Kota Santarém-Amazon. Serta-merta Suster Agnes menimpali, “Saya  juga”.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Namun,  suasana gembira itu tidak lama saat  pesawat  bertuliskan VARIG  mendarat di landasan  bandara  Kota  Santarém. Kami berpisah karena  masing-masing dijemput  ke biara entah di mana letaknya dan berapa jarak pemisah .

Cuaca panas terik musim kemarau sangat terasa. Sekitar jam 3 sore  keluar dari pesawat dan berjalan menuju ruang  pengambilan barang sambil menjinjing tas kecil dan mendorong   tas besar bawaan saya.  Lagi-lagi orang asing  masing-masing dari  India dan Irlandia  yang saya  jumpai datang menjemput dan menghantar saya ke Rumah  Pusat SVD.

Saya disambut dengan ramah meski saya tidak mengerti apa-apa yang mereka ungkapkan,  kecuali  mereka  yang berbahasa Inggris. Syukur kepada Tuhan karena banyak orang berbahasa  Inggris meskipun saya sendiri sangat miskin penguasaan  kosa kata.

Pos terkait