Cerita Misionaris di Tanah Misi: Mulanya Serba Asing

Yos Mapang1
Yos mapang3 berlayar di sungai amazone
Asyiknya berlayar di Sungai Amazon. Medan kerja yang luas butuh waktu berhari-hari mengunjungi satu tempat

Semua Serba Asing

Setelah lima sampai enam bulan menanti urusan surat-surat resmi di Kedutaan Brazil atas jasa baik Pater Frans Lamuri, SVD,  akhirnya persis  tanggal  26 November tahun 1996, pamit dari rumah  SVD Jakarta menuju Bandara  Soekarno Hatta. Dan,  selamat  tinggal  Indonesiaku tercinta. Saya   terbang menuju  ke negara-negara asing.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Wah, semuanya serba asing. Bahasa asing, dalam perjalanan bersama orang-orang asing, mulai dari Singapura  terutama saat tiba di Paris-Prancis. Bagaimana tidak, suhu udara waktu itu di bawah nol  derajat.

Saat  dalam ruang tunggu ada rasa takut  melihat orang-orang  asing yang besar tinggi apalagi hitam kekar. Saya  yang kecil pendek begini jadi ketakutan. Atas  bantuan teman-teman  yang ada di Paris dan karena ada visa masuk, makanya saya  bisa keluar dari bandara. Beberapa jam kemudian saya tiba di Rumah SVD di Kota Paris.

Kemudian saya meneruskan penerbangan  ke Brazil.  Tepat tanggal 28  November tahun itu, saat pagi hari tiba di bandara di Kota São Paulo. Tambah asing lagi dan  jadi bingung. Karena tak seorangpun yang saya tanya bisa berbahasa Inggris, satu-satunya bahasa asing  yang bisa saya jadikan sarana untuk  berkomunikasi.

Syukur kepada Allah, akhirnya saya temui satu orang asing yang bisa berbahasa Inggris meski terpatah-patah tetapi menolong saya untuk urusan lanjut penerbangan lokal ke kota asing juga, namanya:  Belo Horizonte.

Pos terkait