Saat siang hari menjelang sore saya tiba di bandara wilayah Belo Horizonte dan dijemput oleh dua orang asing. Tetapi setelah melihat buku Catalog SVD, betapa gembira hatiku. Ternyata ada dua orang itu adalah pastor SVD. Yang satu asal Polandia dan satu lagi orang Brazil.
Yah, tiket penjalanan saya sampai pada titik akhir sementara tujuan ke Amazon. Selama kira-kira satu pekan saya tinggal di Rumah Provinsialat SVD Brazil Utara di Kota Belo Horizonte.

Lagi-lagi semua serba asing. Setiap pagi dan sore hari semua penghuni rumah keluar kerja dan tinggal saya sendiri berhadapan dengan orang-orang asing di dapur. Selain saya harus berusaha untuk bisa berdialog paling kurang minta makan minum, pekerja-pekerja di dapur juga jadi bingung berhadapan dengan saya yang juga orang asing bagi mereka.
Pada tanggal 3 Desember 1996, bertepatan dengan pesta Santu Fransiskus Xaverius, salah satu dari kedua pelindung karya misi sedunia, saya pamit dari Belo Horizonte menuju Kota Santarém yang dikatakan letaknya di tengah belantara Amazon. Dalam tiket yang dibeli, saya akan lewat Kota Brasilia (ibu kota negara).
Wah, saya langsung mencari kontak dengan Pater Rafael Plato, SVD, asal Indonesia yang bertugas di sana agar nanti bisa bertemu di bandara. Syukur kepada Allah, untuk satu dua jam saya bisa berbahasa Indonesia saat bertemu dengan Pater Rafael saat masuk ruang tunggu di bandara di ibukota negara.







