Yesus Kristus, Raja Semesta Alam

IMG 20241231 WA0018

Jabatan Raja sekarang sudah kurang atau tidak ada lagi. Kalaupun ada, peran dan pengaruhnya sudah tidak mendapat lagi tempat di hati kebanyakan orang. Pada zaman dahulu, jabatan raja ini ada di mana-mana. Dan jabatan raja selalu ada hubungannya dengan kekuasaan. Seorang raja dunia mempunyai kuasa untuk memerintah, menentukan nasib rakyat dan juga bisa memaksakan kehendaknya.

Seorang raja Israel diurapi dan diangkat sesuai dengan bakat dan kemampuan: kemudian dilanjutkan oleh anak-anak mereka secara turun temurun. Dalam bacaan Pertama (2Sam. 5:1-3) tadi, kita mendengar tentang pengurapan Daud menjadi Raja Israel, setelah ia gagal melaksanakan tugas sebagai pemimpin bangsa. Menurut para pemuka bangsa, Daud pantas menjadi raja Israel. Dan pilihan ini sungguh tepat. Daud dikenal sebagai seorang raja besar. Atas kepemimpinannya itu, ia mampu mempersatukan kerajaannya atas dasar keyakinan kepada Yahwe. Dan ketika Yesus Almasih muncul, Dia disebut keturunan dari Daud.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ketika bangsa Israel ada dalam penindasan orang Roma, mereka merindukan seorang Daud baru. Dan pribadi Daud yang baru itu, nampak dalam diri Yesus. Dalam diri Yesus, ada kehebatan, ada wibawa dan punya jiwa kepemimpinan. Dia menarik masa dengan perkataan dan mukjizat; dengan contoh dan teladan hidup-Nya. Sehingga orang-orang Yahudi mau mengangkat-Nya menjadi Raja, tetapi Ia menolaknya. Karena Dia tidak mau tampil sebagai seorang raja dunia. Yesus sebagai Daud baru, mempersatukan seluruh umat Allah dengan salib dan kebangkitan-Nya.

Pos terkait