Pancasila dalam Pembangunan Desa

FABIANUS URAN23

Nilai transformasi ini juga berpengaruh ke desa desa tetangga. Seorang nelayan, Andreas  Tutu Muda, di Desa Riangbaring  yang selalu mengambil telur penyu  untuk konsumsi dan dijual kini telah beralih menjadi pegiat Konservasi Penyu dan Telur Penyu. Kesadaran Ande, demikian sapaanya, bukan hanya karena takut dengan regulasi tentang perlindungan penyu tetapi karena muncul kesadaran tentang pentingnya kelestarian ekosistem.

WhatsApp Image 2022 05 31 at 17.32.59
Kelompok Konservasi monitoring terumbu karang

Spirit Melindungi dan Merawat Ekosistem adalah bentuk kecil cara masyarakat desa menghayati nilai-nilai Luhur Pancasila yang lahir di Bumi Flores, Inspirasi dari Sang Pencipta kepada Sang Proklamator Soekarno. Merefleksikan nilai-nilai luhur, mengkaji dan menyajikan sebagai sebuah  design membangunan desa adalah cara bagaimana membangun desa bersumber dari kekuatan Lewo, kekutatan yang diwariskan oleh leluhur. Setiap narasi tentang Lewo lewat tuturan –tuturan lisan serentak juga ada proses transformasi kekuatan-kekuatan itu yang sering tidak disadari. Kekuatan-kekuatan Lewo adalah bisikan panggilan yang harus didengarkan dengan bijak karena ia mengandung sejuta makna.

Pancasila dalam Refleksi Nilai Lamaholot

Keluhuran  Nilai-nilai yang diwariskan oleh nenek moyang adalah hasil dari dialog kosmik dengan wujud tertinggi yang disebut Ama Lerawulan Ema Tana Ekan, ( Sila Pertama )  melalui perantara Kewoko Kelite, Nitu Pudu  Hari Neda (Kewoko Kelite : arwah para leluhur, Nitu Pudu : Penjaga Hutan hutan, Hari Neda : Penjaga Laut dan pantai ) melalui sebuah proses pencarian kebenaran yang disebut Tura Neda Lone Kemie Padu.

Pos terkait