Mari kita berangkat menuju palungan sederhana. Untuk memandang dan menyembah Bayi Kudus, “Firman yang telah menjelma menjadi manusia.” Biarkanlah hati kita diajarkan dan dipenuhiNya lagi dengan Bahasa Cinta kasih. Itulah Bahasa Agung yang mengutuhkan, yang menyembuhkan, yang membebaskan, serta meneguhkan segala ikatan perjumpaan dan kebersamaan di antara warga manusia.
“Di hari Natal, berusahalah untuk memberikan Salam Damai Natal yang tulus juga kepada (sama) saudaramu, tetanggamu, rekan kerjamu, teman dan sahabatmu, bahkan musuh-musuhmu, yang sudah tak berkenan, dan tak punya tempat lagi di hatimu. Dalam semangat Natal semuanya kembali bersama dalam ikatan damai penuh kasih.”
Verbo Dei Amorem Spiranti
Collegio San Pietro-Roma, Natal 2020.





