Antara Terusan Suez dan Paskah Kita

Kons Beo

Sebuah kabar pembebasan  bagi sekitar 400 lebih kapal yang terpalang dan tersumbat. Tentu, inilah kisah pembebasan bagi sekian banyak kapal dalam jalur pelayaran tersibuk di dunia antara Eropa – Asia atau sebaliknya. “Pada Senin malam, 29 Maret 2021, pengiriman barang kembali bergerak di Terusan Suez, Mesir.”

Hidup Yang Bergerak dan Beralih

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Hidup adalah kumpulan kisah-kisah perjananan. Dalamnya kita bergerak dan terus bergerak. Dari satu titik tuju menuju titik tuju  berikutnya. Gairah perjalanan indah pasti berkiblat pada satu destinasi yang orientatif. Di situ, kita tak sekadar bergerak dan berziarah. Ada apa yang disebut sasaran. Itulah cita-cita hidup. Heraklitus tentu benar! Segala sesuatu itu baginya adalah mengalir dan terus mengalir. Tesis panta rei-nya ingatkan kita bahwa tak ada sesuatu apapun yang abadi di alam semesta. Segalanya terus mengalir, berubah dan terus berubah!

Tak bermaksud mempersoalkan seperti apa arti terdalam dari mengalir dan berubah dari si Filsuf Yunani kuno itu (600-540 SM). Bagaimanapun, hidup itu tetaplah mengalir, bergerak dan berubah. Bukanlah sesuatu yang ekstradordinaria. Tetapi, akan menjadi keutamaan yang serius bila panta rei digiring kepada area duc in altum. Itulah satu pergerakan hidup untuk masuk dan bertolak ke tempat yang dalam. Demi meraih arti kehidupan yang sebenarnya.

Tetapi, adalah benar pula bahwa sepantasnya manusia tidaklah mengalir sebatas mengalir. Bergerak dan sebatas bergerak.  Ziarah hidup ini adalah perjalanan yang ‘berbuah.’ Menggairahkan untuk kobarkan api nilai-nilai kehidupan itu sendiri. Teringatlah kita akan pewartaan Nabi Yesaya tentang Sabda yang mengalir dan pasti kembali dan berbuah (cf Yes 55:11). Dalam kita yang hidup, ada talenta kehidupan itu sendiri yang mesti digandakan. Dan tak pernah boleh berada di lintasan hidup yang mengalir sambil membenamkan talenta (cf Mat 25:14-30).

Pos terkait