“Apapun Terjadi: Yang Penting Beda, Bung”

agama1

Salah satu ciri dari kecerdasan spiritual adalah adanya cara berpikir dan bertindak alternatif. Ada banyak cara yang unggul untuk mencapai sesuatu. Entah itu satu tujuan ataupun itu satu-dua prestasi. Terasa membosankan berada di alur pikiran dan tindakan yang itu-itu saja. Kreativitas adalah ungkapan tak terjebaknya manusia dalam arus yang monoton dan kaku. Kreativtas mengalirkan variasi, kekayaan, pilihan, dan segala tindak yang beraura tiada rotan akarpun jadi.

Sisi Kelainan Yang Mempermiskin

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Tetapi, kita tak asal berdebat. Mesti ada dasar pegangan yang kuat. Tak sekadar mengungkapkan gagasan yang memperjuangkan cita-cita. Segalanya tentu mesti berpangkal pada hak asasi manusia, pada nilai-nilai hidup dan demi kepentingan atau kesejahteraan umum (bersama).

Bertentangan dengan pegangan-pegangan dasar ini, nyata terbaca  sekian banyak kelainan yang justru mempermiskin! Terpaku mati-matian pada kepentingan sendiri atau kelompok (tanpa peduli sedikit pada yang umum) menyeret manusia pada cara berpikir, sikap dan tindakan yang membahayakan.

Jadinya, debat tak ubah jadi dagelan memperdengarkan sesat berpikir atau kelainan dalam logika! Dialog bersama demi satu dua mufakat terpolusi oleh saling serang. Kasar, tak berpola serta tak beretika. Demi nafsu akan kepentingan sendiri, maka tiada peduli sedikitpun lagi pada kebenaran, pada data yang valid, atau pada kenyataan. Demikianpun semakin berbahaya ketika hendak dilegalkan segala cara entah cara maut sekalipun! Kita pasti tak buta mata dan buta hati untuk melihat dan mengalami segala kelainan yang  sungguh mempermiskin hidup bersama dan merusak martabat kemanusiaan.

Pos terkait