Bertobatlah

JOHN NABEN1

Tobat ialah datang kepada Allah. Dalam bacaan I; Kel. 3:1-8a, 13-15; kita dengar tentang kisah Musa. Musa datang kepada Allah dalam keadaannya yang paling rendah. Dia terasing sebagai seorang pelarian; melaksanakan pekerjaan sebagai seorang gembala. Dalam situasinya yang paling rendah itu, ia didatangi Allah dalam semak duri yang menyala, namun tidak terbakar. Suatu pemandangan yang aneh, yang menakjubkan serentak menakutkan, tetapi Musa tidak melarikan diri dari peristiwa yang aneh atau menakutkan itu. Musa malah medekat dan karena ia mendekat, Allah lalu menyatakan diri-Nya kepada Musa; kata-Nya: ‘Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub’ (lih. Kel. 3:6a).
Masa tobat yang sedang kita jalani, mengajak kita datang kepada Allah untuk mengalami dan merasakan Allah sebagai Allah yang berbelas kasih. Sikap kita sebagai manusia sering berbeda dengan sikap Allah yang pengampun, murah hati dan sabar. Dan itulah yang dibandingkan dengan pohon ara yang tidak berbuah. Pemilik kebun anggur mau menebangnya, karena tidak menghasilkan buah.

Namun, sikap pemilik kebun itu berbeda dengan sikap pengurus atau penggarap kebun. Pengurus kebun berkata: ‘Tuan, biarkanlah dia (pohon ara) tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah di sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia akan berbuah; jika tidak, tebanglah dia’ (bdk. Luk. 13:8-9).

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Inilah sikap Tuhan. Walaupun manusia tidak mau atau menunda-nunda untuk memperbaiki diri, tetapi Tuhan tetap memberi kesempatan dan waktu untuk bertobat dan memperbaiki diri.

Pos terkait