Coba masing-masing kita mengingat dan menghitung, berapa umur kita saat ini? Ada yang sudah berusia 30, 40, 50, 60, 70 bahkan ada yang sudah lebih dari 80 tahun. Sudah sekian tahun, Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertobat. Allah yang berbelas kasih dan pengampun itu, masih memberikan kepada masing-masing kita kesempatan untuk hidup tahun ini lagi dan Tuhan juga masih memberikan kita kesempatan untuk bertobat.
Semoga masa tobat memampukan kita untuk bermetanoia; berbalik dari kedegilan hati pada sebuah pertobatan yang sejati.
Maka marilah kita menggunakan kesempatan ini untuk bertobat dan memperbaiki diri; berbalik arah dari yang sesat kepada menurut kehendak Allah. Kita manusia kurang sabar. Sedangkan kesabaran Tuhan tak terbatas karena Dia adalah Allah penuh belas kasih dan pengampun, Panjang sabar dan penuh kasih setia. Kesadaraan ini hendaknya mendorong kita tidak untuk menunda-nunda untuk bertobat tetapi justru menggerakkan hati kita untuk bertobat secara terus-menerus, terdorong oleh kesadaran akan Allah yang mahabaik dan pengampun. ****





