Catatan Memasuki Tahun 2021: Setia Melangkah

awololong2

Tapi kini, Awololong tidak lagi menjadi area dansa kuasa. Ribuan siput yang beranak pinak tanpa henti, ikan-ikan yang terus berziarah melintas zaman, berdansa bersama leluhur karena mendapat hadiah Natal 2020 yang mengejutkan: dinding hukum yang sekian lama dijaga kekuatan uang akhirnya jebol berantakan digilas kekuatan orang-orang idealis, anak-anak muda bersemangat baja, orang-orang yang tidak tega membiarkan Awololong jadi area pesta dansa para “pencongkel barang haram” yang rasa malunya terjepit cangkang siput.

Kekuatan komitmen yang diaduk-aduk waktu akhirnya membuahkan hasil: hadiah Natal merangkap hadiah tutup tahun 2020 yang menggetarkan nurani tanah Lembata bahwa tidak ada yang instan dalam perjuangan keadilan dan kebenaran dan uang bukan segala-galanya yang bisa seenaknya mengalahkan kebenaran. Kalau curi uang, tidak perlu berjuang. Cukup tipu “bapak besar” sedikit saja, beri dia minum moke lalu raba sakunya, ambil uang. Tapi hati-hati, salah raba maka dia terbangun. Jika ketahuan, nyawa bisa ditelan penjemput maut penjaga bukit nan jelita.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Lembata adalah sebuah matahari harapan yang terbit tak pernah jemu setiap pagi hingga berkas-berkas sinar perlahan menghilang di balik Gunung Ile Boleng. Harapan adalah milik pribadi setiap orang saat melangkahkan kaki. Optimisme itulah yang menjadi energi memacu kaki setia terus berziarah dalam lintasan waktu: detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun.

Di antara ruas-ruang waktu itu, ada sejarah terekam, ada jejak tertulis dan ada prasasti pengabdian yang abadi. Semua itu menarasikan harapan bahwa ada sebuah upaya tanpa henti menginvestasi masa depan generasi. Atas nama investasi, pembangunan tidak boleh rakus dan merusak. Tanah Lembata ini bukan milik generasi saat ini melainkan pinjaman dari generasi masa depan. Maka pembangunan tidak bisa identik dengan pembabatan 6 hektare lahan bakau di Desa Merdeka, Kecamatan Lebatukan oleh orang yang sering dinamakan “pengusaha muda.” Pembangunan tidak identik dengan pembabatan ratusan pohon pandan di Mingar lalu ada corong kekuasaan yang bilang bahwa pandan bisa tumbuh karena masih ada akarnya. Orang mabuk kuasa memang kalau omong logika disimpan di dalam saku celana. Apakah sebuah pohon kelapa di Atadei kalau dipotong bisa tumbuh kembali karena masih ada akar?

Pos terkait