Renungan Akhir Tahun 2020

Uskup Kupang1

Oleh Mgr. Petrus  Turang

uskup kupang1 1

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Persekutuan Gerejani

Gereja berada dalam krisis multidimensional. Gereja harus memandang krisis sekarang ini dalam terang Injil tidak seperti mengadakan otopsi pada jasad orang mati. Cara pandang terhadap krisis harus berdasarkan pengharapan dan terang Injil. Memang krisis sangatlah mengganggu, bilamana persekutuan gerejani telah melupakan untuk melihat dan menghayatinya dalam semangat terang Injil.

Gereja bekerja sama demi melayani Injil, khususnya mewartakan Injil kepada mereka yang sangat berkekurangan dalam perjalanan hidup. Kita tidak dapat melihat wajah Allah, tetapi kita dapat berjumpa dengan sesama, utamanya mereka yang berkekurangan. Oleh karena itu, karya cinta kasih menjadi bagian utuh dalam pelayanan pastoral, yaitu demi memajukan perkembangan manusia seutuhnya bagi semua orang.

Refleksi atas krisis yang terjadi dalam Gereja mengingatkan kita untuk tidak menilai Gereja secara berlebihan terkait dengan krisis yang diakibatkan oleh skandal masa lalu dan sekarang. Nyatanya, semuanya terjadi akibat kelemahan kepemimpinan yang membawa dampak perbedaan pandangan dan cara berpikir, keributan, bahkan pemberontakan. Universalitas dari perutusan gerejani menjadi lemah, karena kurangnya kerja sama dalam melakukan pelayanan pastoral bersama, khususnya dalam masa krisis.

Setiap krisis dengan benar menuntut suatu pembaruan. Jika kita sesungguhnya menginginkan pembaruan, kita harus berani terbuka sepenuhnya. Kita perlu berhenti melihat reformasi dari Gereja sebagai merajut kembali pakaian yang lama. Reformasi atau pembaruan dalam Gereja di masa krisis mengisyaratkan semangat bersaudara menurut kaidah Injili, yaitu semangat berkorban demi kebaikan bersama.

Pos terkait