Catatan Memasuki Tahun 2021: Setia Melangkah

awololong2

Saat ini kita kita berada di ujung penantian Desember 2020. Seluruh dunia menanti beralihnya waktu. Hari ke-365 dalam kalender tahun 2020. Selama 365 hari dengan sekian banyak detik, menit, jam, hari, minggu dan bulan dan tahun, kita mengalami betapa limpah kasih Tuhan dan betapa nikmat merengkuh hidup dalam lindungan Tuhan. Tuhan begitu setia menjaga dan merawat hidup kita selama 365 hari hingga di penghujung tahun ini. Kalender tahun 2020 perlahan kita turunkan. Beribu kenangan dan pengalaman mesti kita tinggalkan.

Di penghujung tahun, kita merayakan Natal, momen di mana Allah menjelma menjadi sosok sederhana. Yesus dikelilingi oleh suasana, tempat dan orang-orang kecil-sederhana. Sabda Allah itu telah menjadi daging: menyerupai kita. Sebuah terang cahaya yang menerangi kegelapan dunia hati kita. Terang atau cahaya itu hadir begitu sederhana dan sahaja. Bahasa kesahajaan Natal inilah yang mesti menginspirasi kita untuk tetap teguh melangkah. Natal Betlehem: bahasa kesahajaan Allah menginspirasi kita. Maka kita menyanyikan madah ini:

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Betlehem cuma desa mungil tak terpandang. Namun di sana sebuah lilin kecil berpijar, sebuah kerlip kunang merekah, menyibak pelan namun pasti malam pekat. Kita mesti berani untuk tetap yakin bahwa dalam yang kecil, pada yang tidak kentara, pada pekanya jalan kesabaran, ketabahan dan kasih, itulah keberanian menghayati Natal Betlehen hingga nanti Paska Golgota (Sutrisno: 2000).

Setia dan teguh melangkah menyongsong cahaya kebenaran terbit sempurna di Awololong. Dengan keberanian inilah, kita menyongsong masa yang baru, tahun 2021.*

Pos terkait